Wisata Religi Sunan Drajat Lamongan, Jadi Pilot Project Gerakan BISA Kemenparekraf

Home / Berita / Wisata Religi Sunan Drajat Lamongan, Jadi Pilot Project Gerakan BISA Kemenparekraf
Wisata Religi Sunan Drajat Lamongan, Jadi Pilot Project Gerakan BISA Kemenparekraf Bupati H Fadeli, bersama Deputi Bidang Sumber Daya Kelembagaan Kemenparekraf RI, Hendry Noviardi, dan Debby Kurniawan, anggota Komisi X DPR RI, secara simbolis menanam pohon sawo di kawasan wisata Sunan Drajat,  Minggu, (2/8/2020). (FOTO: Disparbud Lamong

TIMESGRESIK, LAMONGAN – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI memulai action dengan mencanangkan Gerakan BISA (bersih, indah, sehat dan aman) untuk menyambut new normal di kawasan wisata religi Makam Sunan Drajad, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Kawasan wisata religi Makam Sunan Drajat yang sempat vakum akibat pandemi Covid-19 merupakan satu dari beberapa objek wisata se-Indonesia yang menjadi pilot project Gerakan BISA Kemenparekraf.

Deputi Bidang Sumber Daya Kelembagaan Kemenparekraf RI, Hendry Noviardi, menyebut, Gerakan BISA Kemenparekraf untuk menjelang new normal di bidang Pariwisata di tengah masa pandemi Covid-19.

"Kegiatannya kita jalankan secara padat karya, dengan harapan adanya pemberdayaan kepada masyarakat sekitar lokasi wisata," kata Hendri di kegiatan kemitraan dari Kemenparekraf dengan Komisi X DPR RI, Minggu, (2/8/2020).

Gerakan BISA Kemenparekraf RI ini disebut Debby Kurniawan akan membantu membangkitkan destinasi wisata Religi Sunan Drajat setelah vacum akibat pandemi Covid-19.

"Lamongan mendapatkan perhatian khususnya dari Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk melakukan Gerakan BISA," ujar Debby.

Debby berharap ada program-program lain yang nantinya bisa dijalankan di Kabupaten Lamongan demi untuk meningkatkan potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif di Lamongan.

"Demi untuk mendorong geliat ekonomi di Kabupaten Lamongan," ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Lamongan H Fadeli menyampaikan pencanangan Gerakan BISA ini menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas wisata di Kabupaten Lamongan.

"Geliat wisata harus dimulai agar perekonomian di Lamongan juga kembali bergerak, namun tentunya dengan penggunaan protokol kesehatan yang ketat, untuk tetap memberikan kenyamanan dan keamanan untuk para pengunjung," tutur Fadeli.

Untuk diketahui Gerakan BISA ini dijalankan Minggu-Senin, (2-3/8/2020) ini diawali dengan penanaman pohon sawo di lokasi makam Sunan Drajat dan penyerahan bantuan perangkat kebersihan dari Kemenparekraf ke Pemerintah Desa Drajat dan Pengelola wisata kompleks Makam Sunan Drajad. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com