Khofifah: Banyak Perempuan Hebat Tanpa Suara Tapi Penuh Karya

Home / Berita / Khofifah: Banyak Perempuan Hebat Tanpa Suara Tapi Penuh Karya
Khofifah: Banyak Perempuan Hebat Tanpa Suara Tapi Penuh Karya Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj Khofifah Indae Parawansa (FOTO: Nasrullah/TIMES Indonesia)

TIMESGRESIK, SURABAYA – Perayaan Hari Kartini 2019 bagi Gubernur Jawa Timur, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa, adalah untuk menyosialisasikan nilai-nilai perjuangan Kartini. Baik di masa kini dan masa yang akan datang. Hal itu harus terus digeliatkan para perempuan dari seluruh lapisan elemen dalam status sosial ekonomi level apapun. Di Indonesia banyak perempuan yang hebat tanpa suara. Namun, penuh dengan karya yang dihasilkannya.

Bahkan, menurut Khofifah, para ibu-ibu yang berjualan sayur di pasar, berjualan gorengan, para pejuang ekonomi keluarga, adalah sosok Kartini riil yang ada di sekitar kita saat ini. 

Mereka yang tak kenal lelah setiap hari berjuang untuk bisa menghidupi keluarganya. Menjaga agar api di dapur terus mengepul dan menyisihkan penghasilannya guna memberikan pendidikan untuk para anak-anaknya adalah sosok nyata Kartini masa kini.

"Para perempuan, ibu-ibu yang tengah malam berjualan sayur di berjualan gorengan, berjualan ikan di pasar tradisional, yang sehabis subuh mereka sudah kembali ke rumah dengan memperoleh keuntungan dari hasil berdagang. Mereka memiliki kontribusi yang sangat besar ketika mereka menyisihkan keuntungan yang sedikit itu untuk biaya pendidikan anak-anaknya. Mereka itulah sosok perempuan hebat tanpa suara yang sebenarnya penuh karya," tegas Khofifah mengungkapkan tentang makna Hari Kartini, Minggu (21/4/2019).

Mereka kata Khofifah, adalah perempuan-perempuan yang memiliki kontribusi besar dalam pemberdayaan masyarakat bangsa dan negara. Para ibu-ibu itu juga adalah pahlawan seperti Kartini yang juga berjuang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang dimulai dari keluarga kecil yang mereka miliki. 

"Terlebih saat ini, sudah banyak perempuan yang masuk sektor ekonomi digital. Mereka bisa aktif berjualan namun cukup melalui gadget. Jadi tidak harus keluar rumah, sehingga fungsi ekonomi dan ketahanan keluarga bisa berjalan bersamaan," katanya.

Menurut wanita yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini, para perempuan Kartini masa kini itu, harus menjadi satu kesatuan yang sama-sama berjuang untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan ekonomi bangsa. 

Bukan hanya para ibu-ibu dan perempuan yang ada di kawasan perkotaan saja. Melainkan juga termasuk mereka para ibu-ibu dan perempuan di daerah pedalaman, di kepulauan terpencil, bahkan yang ada jauh di daerah perbatasan.

Menurut Khofifah, semua itu harus bergandengan tangan dan terjalin koneksitas dengan sektor-sektor stratagis. "Mereka harus berjejaring dengan yang ada di kota, dengan sektor perbankan, sektor legislatif, sektor  eksekutif, semua jejaring itulah yang akan meneguhkan ketahanan, kekuatan masyarakat bangsa dan negara Indonesia," imbuh Khofifah, 

Keteladanan sosok Kartini masa kini menurut Khofifah, bisa diwujudkan dalam banyak hal. Terutama dengan meneladani sikap keteguhan, ketegaran, dan juga keberanian dari sosok Raden Adjeng Kartini. 

"Selamat Hari Kartini 2019. Kartini hari ini adalah Kartini yang punya keteguhan dan ketegaran menghadapi berbagai dinamika kehidupan, dimana pun mereka berada dan dalam status sosial ekonomi selevel apapun. Dan dari level manapun itu, mereka akan tetap memberikan kontribusi terhadap peneguhan masyarakat bangsa dan negara kita, serta terus membangun ketahanan masyarakat bangsa dan negara Indonesia," jelas Khofifah. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com