Pilbup Gresik, Beberapa Figur Siap Maju Lewat Jalur Independen

Home / Berita / Pilbup Gresik, Beberapa Figur Siap Maju Lewat Jalur Independen
Pilbup Gresik, Beberapa Figur Siap Maju Lewat Jalur Independen ILUSTRASI. (FOTO: dok. TIMES Indonesia)

TIMESGRESIK, GRESIK – Banyak figur diprediksi meramaikan bursa Pemilihan Bupati Gresik (Pilbup Gresik) tahun 2020 mendatang. Selain melalui jalur partai politik, beberapa nama dikabarkan siap maju dari jalur independen.

Salah satu figur yang memantapkan diri untuk maju di jalur independen adalah Ketua LSM Front Pembela Suara Rakyat (FPSR) Aris Gunawan.

Kepada TIMES Indonesia, Aris mengaku sudah mempersiapkan untuk maju memperebutkan kursi Bupati Gresik. Bahkan ia bersama tim sudah melakukan sosialisasi serta memasang baliho di pinggir jalan untuk memperkenalkan diri ke masyarakat.

"Saya masih komitmen melalui jalur independen sesuai harapan tim relawan Gresik selatan, soal gandengan nanti tergantung dari lobi tim relawan nanti," ungkapnya, Jumat (13/9/2019).

Untuk memuluskan hajatnya di Pilbup Gresik, Aris mengaku masih terus berjuang dan berusaha mengumpulkan dukungan dari masyarakat. "Khususnya dorongan dari masyarakat Gresik selatan yang sangat menginginkan perubahan," ujarnya.

Nama lain yang muncul di permukaan jelang Pilbup adalah Wakil Ketua DPRD Gresik periode 2014-2019 Nur Qolib. Pria asal Menganti itu mengaku sudah menjalin komunikasi dengan beberapa partai politik.

Ketika ditanya soal kemungkinan maju di jalur independen, Qolib tak menampik. Saat ini ia terus berikhtiar. "Jalur mana pun, komunikasi dengan partai-partai tetap, komunikasi dengan para tokoh sudah mulai jalan," katanya.

Setelah tak lagi duduk di kursi dewan, Qolib mengaku terus ingin mengabdi ke masyarakat Gresik, apalagi ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintahan selanjutnya.

"Apa pun posisi saya, tetap akan melanjutkan pengabdian. Apa lagi jika masyarakat memberikan dukungan dan kepercayaan di kontestasi pilbup," tambahnya.

Komisioner KPUD Gresik, Makmun mengungkapkan jika siapapun berhak maju dan mengikuti semua proses baik dari jalur partai politik maupun jalur independen. Hal itu merupakan hak demokrasi setiap masyarakat.

Namun dikatakan Makmun, untuk maju di jalur independen tidak mudah jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Ada berbagai persyaratan yang harus dilakukan bakal calon .

Syarat dukungan bagi calon perseorangan (independen) yang maju dalam pilkada, yaitu 6,5 persen hingga 10 persen dari jumlah pemilih tetap (DPT).

“DPT Kabupaten Gresik, masuk ketegori 7,5 persen sebab hak pilihnya mencapai 500 ribu-1 juta. Kalau diangkakan, maka jumlah dukungannya sekitar 60 ribu lebih dukungan yang harus dibuktikan dengan kartu tanda penduduk,” ungkapnya.

Dukungan itu, lanjut Makmun tidak hanya terkelompok dalam satu tempat atau wilayah, namun harus menyebar. "Harus tersebar minimal pada 50 persen wilayah yang ada di Kabupaten Gresik," tambahnya.

Perlu diketahui, beberapa nama muncul dalam bursa Pilbup Gresik 2020 mendatang, mulai dari Ketua DPC PDIP Mujid Riduan, Ketua DPD Golkar Ahmad Nurhamim, Wakil Bupati yang juga ketua DPC PKB Moh Qosim, Ketua Gerindra dr Alif Maslichan dan Ketua DPC PPP H Ahmad Nadir.

Selain dari politisi, beberapa figur juga muncul mulai dari mantan Ketua DPRD Ahmad Nadir, Ketua LSM FPSR (Front Pembela Suara Rakyat) Aris Gunawan, mantan Wakil Ketua DPRD 2014-2019 Nur Qolib. Kepada TIMES Indonesia, beberapa nama mengaku sudah siap maju di Pilbup Gresik melalui jalur independen(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com