Tekan Angka Perceraian, Ibu-ibu di Gresik Diberi Penyuluhan

Home / Berita / Tekan Angka Perceraian, Ibu-ibu di Gresik Diberi Penyuluhan
Tekan Angka Perceraian, Ibu-ibu di Gresik Diberi Penyuluhan Kegiatan penyuluhan oleh Fatayat NU PAC Dukun Gresik (Foto: Syafiq for TIMES Indonesia)

TIMESGRESIK, GRESIK – Menekan angka perceraian di Kabupaten Gresik, Jawa Timur meningkat, ibu-ibu yang tergabung dalam Fatayat NU Kecamatan Dukun, diberi penyuluhan membentuk keluarga yang harmonis serta sakinah mawaddah warrahma.

Kegiatan ini bertempat di Musholla Annahdloh MWC NU Dukun dengan peserta seluruh anggota Fatayat NU serta pengurusnya, Jumat (11/10/2019).

Ketua Fatayat NU PAC Dukun Nourah Royyani mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan bertujuan agar bisa menekan angka perceraian.

Menurut Nourah, angka perceraian di Gresik meningkat secara Signifikan baik dari talak suami dan gugatan istri.

"Intinya bagaimana agar sahabati fatayat bisa tau sebab sebab timbul perceraian dan langkah antisipasi agar tidak terjadi perceraian," katanya.

Nourah berharap, melalui forum ini, nantinya para ibu-ibu fatayat bisa menyampaikan ke masyarakat sekitar soal tips khusus menjaga keluarga Samawa.

Kepala Binmas Kemenag Kabupaten Gresik Qoyyim mengatakan, sebenarnya yang menjadi pemicu perceraian adalah faktor ekonomi, bisa pihak ketiga dan tidak tanggung jawab dari pihak suami. 

"Ya ini bagian kita untuk selalu memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjadi atau menekan angka perceraian," Tegas Qoyyim.

Dilihat dari laporan angka perceraian dan gugat cerai dikabupaten Gresik Tahun 2018, talak gugat suami berjumlah 382 sedangkan cerai atau gugat istri berjumlah 966 dengan perbandingan naik 75 persen. 

Hal ini cukup mengkhawatirkan perceraian di Gresik. Kegiatan ini juga ada tindak lanjut untuk konsultasi dan sharing terhadap keluarga Fatayat apabila ada permasalahan dalam keluarganya.

"Ini kegiatan positif dan diyakini bisa menekan angka perceraian di Gresik. Jika terus digalakkan, saya yakin angka perceraian akan menurun," ujarnya. (*)
 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com