Spirit Idul Fitri dalam Pengembangan Kecerdasan Majemuk

Home / Kopi TIMES / Spirit Idul Fitri dalam Pengembangan Kecerdasan Majemuk
Spirit Idul Fitri dalam Pengembangan Kecerdasan Majemuk Abdul Halim Fathani, Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang. (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESGRESIK, MALANG – style="text-align:right">تَقَبَّلَ اللهُ مِنَا وَمِنْكُمْ. جَعَلَنَا الله وَإِ يَّاكَ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ كُلُّ عَامٍّ وَأَنْتُمْ بِخَيْر

"Semoga Allah menerima amal kita semua dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang kembali suci dan bahagia. Semoga setiap tahun kamu dalam kebaikan"

KETIKA mendengar kata Idul Fitri, hampir dalam pikiran setiap manusia yang ada adalah kebahagiaan dan kemenangan. Idul Fitri harus dijadikan sebagai momentum yang pas untuk memulai babak kehidupan baru, setelah lulus ujian selama buan Ramadhan. Idul Fitri dapat dianalogikan seperti siswa sekolah yang berhasil melewati masa belajarnya dan telah dinyatakan lulus dan berhasil diwisuda. Pasca diwisuda, siswa tersebut harus mampu berkiprah nyata dalam masyarakat dengan bekal yang telah disiapkan selama masa belajarnya. Begitu juga setiap manusia yang telah berhasil melewati ‘masa pendidikan’ selama bulan Ramadhan, harus mampu mengarungi kehidupan baru, sejak 1 Syawal (Idul Fitri). Idul Fitri dapat juga dimaknai dengan “kembali ke fitrah, kembali kepada kesucian”. 

Dalam tulisan ini, fitrah dimaknai dengan istilah potensi kecerdasan yang ada di dalam individu manusia. Fitrah yang dibawa anak sejak lahir bersifat potensial sehingga memerlukan upaya-upaya manusia itu sendiri untuk mengembang-tumbuhkannya menjadi faktual dan aktual. Merujuk pendapat Howard Gardner (1983), bahwa sesungguhnya setiap anak dilahirkan dalam keadaan cerdas dengan membawa potensi dan keunikan masing-masing yang memungkinkan mereka untuk terus berkembang. 

Penyelenggaraan pendidikan –baik formal maupun non formal– diharapkan dapat berfungsi sebagai wahana mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan fitrahnya, yang dalam hal ini sesuai dengan potensi kecerdasannya. Ibadah dalam bulan Ramadhan (termasuk puasa) juga dapat berfungsi demikian, yakni pengembangan fitrah manusia sehingga mampu membentuk kepribadian manusia yang ideal, sebagaimana yang dicita-citakan dalam Surat al-Baqarah: 153, yakni agar menjadi orang bertaqwa.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com